Salam Persahabatan Blogger Indonesia. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog DKUDONUTS. Ayo terus berkarya untuk Indonesia. Majulah blogger Indonesia.
. .
Kunjungi Website DKU Donuts: www.dkudonuts.com, DKU Donuts & Cafe : RM.Sari Rasa, Jl. KH.Wahid Hasyim 122-D Jombang, Jawa Timur (Depan MaPolres Jombang), Order & Delivery: 0321-864285, Layanan 24 Jam : 0858.5035.8188, Fresh & Delicious, Selalu Baru 33++ Variant Donat Premium Enak Empuk Lembut Setiap Hari. Our Donut Holes Can't Make Your Pocket Holes.
.

Melayani Pesanan / Order Donuts - Brownies - Tart - Black Forest dari Seluruh Penjuru Dunia, untuk dikirim kepada Sahabat / Kerabat / Keluarga / Kekasih / Family di Wilayah Kota Jombang, Jawa Timur. Kunjungi : Donat Kampoeng Utami.

Monday, December 07, 2009

Jombang Kafe Modern: Roshberry Café; Cafe Donut, Café Hotspot, Café Inspirator, Café Eksekutif, Cafe Komunitas, Cafe Mahasiswa

Kafe-kafe bertebaran di seluruh Jombang. Kini, cafe bukan sekadar tempat santai. Roshberry Café contohnya. Sebuah kafe modern seluas 60m2 dekat “budaran UNDAR”, tepatnya berlokasi di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang. Dari kafe tersebut, pemikiran-pemikiran pro kemajuan Jombang digodok. Para pemikir muda Jombang juga mulai lahir dari sana. Para akademisi dan mahasiswa, juga mangkal di sana. Minum kopi, biar bisa iqro’
tahan lama, katanya.

Spirit perubahan itu mulai tertanam. Hari ini, Senin 7 Desember 2009, di akhir tahun 2009, di kafe Roshberry, berkumpul para pemikir perwakilan dari dewan, pemerintah, NGO, tokoh, jurnalis, akademisi, mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnnya. Menarik perhatian publik, membakar semangat perubahan. Semua berasal dari pojok kafe ini. Kafe Roshberry, disiapkan untuk memiliki kekuatan mengubah jalan sejarah.


Para professional seperti dokter, praktisi hukum, ekonomi, social, budaya, dan politik juga terbiasa nongkrong di kafe Roshberry. Setiap lepas aktifitas, para praktisi itu kerap terlihat berdialog  dengan komunitasnya di kafe. Menanyakan berbagai macam persoalan seputar bidang mereka. Di situ mereka biasa duduk rileks, makan donat sambil minum ‘teh tarik’, menu khas Roshberry. Teh yang dicampur susu itu, panas dan nikmat katanya.

Sajian berbagai soft-drink ada di kafe Roshberry. Ada juice strawberry, leci, mangga, apel, melon, dan buah-buahan lain. Di samping teh dan kopi, juga bisa mencoba minum cocktail buah segar. Sambil ngobrol anda bisa internetan gratis, nge-cas baterai juga disediakan secara gratis di kafe Roshberry. Mengesankan, karena dari kafe Roshberry terlahir banyak forum diskusi, dialog, dan debat para pemikir dan tokoh-tokoh di Jombang. Segala persoalan publik, dari politik, ekonomi, sosial, sastra, dan budaya, dibahas di kafe ini. Mereka duduk mengepung meja. Mereka bergantian bicara. Ada moderator ataupun notulen, kadang tidak ada. Dari kafe Roshberry, mereka banyak belajar tentang kehidupan dan mendapatkan inspirasi.

Setelah saya menelusuri beberapa tulisan sejarah dunia, bahwa ternyata sebagian revolusi negara-negara di dunia lahir dari kafe-kafe. Sebagai contoh di Kairo, Mesir. Para pemikir besar, dan hasil karyanya, lahir dari kafe. Ketika saya melakukan penelusuran sejarah karya sastra kelas dunia, karya sastra mereka mendunia juga lahir dari kafe. Sebagai contoh, pada awal abad ke-20, Kafe El-Fishawi di Mesir menjadi primadona. Tokoh besar Mesir seperti Syekh Jamaluddin Al-Afghani, Umar Makram, Syekh Al-Basyari, dan Abdullah al-Nadim sering terlibat diskusi hangat di kafe ini. Raksasa sastra Mesir, Naguib Mahfouz –pemenang Hadiah Nobel Sastra 1988– juga mulai membentuk pola pikir dan tulisannya di kafe ini.

Friday, December 04, 2009

Professional Jombang, Nggak ke Café Roshberry, Nggak Gaul Gitu Loh!

Café, adalah sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala puyeng. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena dan dinamika kehidupan, yang berfokus pada diskusi terbuka dalam sebuah topik tertentu.

Roshberry Café di B-Mart Swalayan, satu-satunya café modern di Jombang, yang mampu memberikan fasilitas ganda, yaitu ngobrol plus nge-net gratis. Perpaduan menu utama donuts, bakery, brownies, ,muffin, cake, tart, beverages. Roshberry Café,  nyaman buat ngumpul bareng, asyik buat ngobrol, nyantai buat kongkow, gaul banget, free wifi, internetan gratis dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Mantap! Professional muda Jombang, nggak ke Roshberry Café, nggak gaul gitu loh!

Definisi Café (baca: kə'fei) juga dieja kafe, adalah restoran kecil tempat minuman dan makanan ringan dijual [syn: (coffeehouse), kedai kopi, bar kopi]. Dalam kamus melayu online, kafe adalah restoran kecil yang menyajikan makanan dan minuman ringan. Menurut wikipedia, Kafe dari bahasa Perancis café. Arti secara harafiah adalah (minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa menikmati minuman, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya.

Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makan makanan ringan. Dengan ini kafe berbeda dengan warung. Istilah café juga dapat merujuk kepada bistro atau fasilitas restoran dalam hotel. Definisi secara bebas, sebuah café adalah restoran kecil yang menawarkan berbagai makanan dan minuman secara terbatas. Hal ini berbeda dari coffee house, yang menawarkan menu terbatas yang berfokus pada penjualan kopi.

Di kota kecil, kafe sering menjadi tempat pusat berkumpulnya komunitas untuk ngobrol, cangkru’an dan pertemuan. Di pusat-pusat bisnis, dari kota-kota besar, kafe dan kedai kopi sering terbuka hanya untuk sarapan dan makan siang, karena pengunjung akan meninggalkan café itu setelah masuk jam kerja. Sebuah café juga dapat merujuk kepada sebuah diskusi publik informal kecil. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena, dan sering berfokus seputar diskusi terbuka pada sebuah topik tertentu.

Jadi istilah kafe akan membuat kita langsung membayangkan sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink yang lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala cekot-cekot. Dulu di Indonesia, tempat semacam itu cukup disebut warung kopi. Dari masa ke masa, seiring dinamika masyarakat, istilah kafe yang dulu begitu mahal dan mewah, sekarang menjadi lebih familiar, menjamur, dan tidak mahal. Sehingga istilah kafe lebih nyaman terdengar, lebih bergengsi ketimbang warung kopi.

Dari sudut pandang sosiologis, kehadiran cafe juga mempunyai fungsi dan peran strategis dalam melahirkan pemikir-pemikir yang luar biasa. Di Yogya misalnya, dari café memunculkan seniman-seniman handal  sekaliber WS. Rendra, Ebit G. Ade, Emha Ainun Najib. Tak heran jika para mahasiswa aktifis sekarang, juga lebih memilih café sebagai angkringan buat mangkal atau base came. Dinamika perubahan yang cepat, memang membuat pola perilaku semakin unik. Kalau jaman dulu (jadul), orang bertapa, merenung, dan memecahkan masalah di gunung atau pergi ke laut, kini bisa merenung dan memecahkan masalah mereka di café, atau mungkin malah refreshing  jalan-jalan ke mall.

Kehadiran Roshberry Café yang di launching 18 September 2009 pun tidak serta merta ada begitu saja. Setidaknya ide, gagasan, filosofi, dan desainnya telah dirancang dan dipikirkan secara matang dalam 5 tahun terakhir. Roshberry Café sengaja disiapkan sebagai katalisator perubahan masyarakat local menuju kehidupan modern. Masyarakat professional pun menyambutnya dengan suka-cita. Roshberry Café telah dinobatkan sebagai pioneer dan satu-satunya café modern pertama di Jombang. Hal ini sesuai dengan salah satu visi-misi Roshberry, yaitu mendukung dan membaurkan aktifitasnya di dunia akademik, social dan kemasyarakatan.

Tuesday, November 24, 2009

Teman Ngeblog: Kopi dan Donat Mampu Pertajam Daya Ingat

Kopi; minuman paling nikmat sepanjang sejarah dunia. Secangkir kopi setiap hari ternyata tak hanya sekedar rutinitas, tapi bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan. Apalagi jika ditemani Donat Premium. Hmm, Mantap!



Perubahan gaya hidup, memungkinkan seseorang bisa lebih menikmati hidupnya. Bagi kalangan muda dan profesional, kopi merupakan teman terbaik kongkow, ngenet di depan komputer. Apalagi kopi Indonesia, terkenal mempunyai cita rasa yang tinggi dan paling digemari di seluruh dunia. Nikmati berbagai varietas kopi, dengan cita rasa dan keasaman yang berbeda.


Minum kopi, tubuh terasa lebih segar sehingga gairah kerja meningkat. Hal ini disebabkan di dalam kopi terdapat zat yang dapat membantu merubah lemak menjadi energi, yang disebut dengan kafein. Dipercayai, bahwa minum kopi disertai makan donat dapat meningkatkan gairah kerja.

Setiap adonan Donat Kampoeng Utami (DKU) 30gram mengandung kadar lemak sekitar 6.35gram. Tepatnya mengandung kalori : 116 Kal, yang terdiri dari: (Protein : 1.85 gr, Lemak : 6.35 gr, Karbohidrat : 12.78 gr, Serat : 0.39 gr, dan Air : 8.63gr). Jika kita makan Donat DKU bersama minum kopi, kita akan merasakan manfaat yang luar biasa.

Kemampuan kafein dalam kopi untuk merubah lemak dalam donat dapat menstimultan otak. Sehingga perpaduan kopi dan donat tersebut akan memberikan kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah. Dampaknya, munculnya semangat yang tinggi. Minum kopi dan makan donat secara teratur dan tidak berlebihan dapat menambah kebugaran. Makan donat dan minum kopi sehat yaitu dengan kadar kafein hingga 240 mg per hari (1-3 cangkir kopi). Dosis ini tidak mempunyai efek negatif bagi orang yang sehat. Tambahkan 2 sendok susu bubuk untuk membuat   coffee-mix atau espresso-late.

Cafe modern DKU di B-Mart Swalayan Jombang, memberikan fasilitas luar biasa kepada pelanggan. Customer bisa menikmati donat, coffee, sambil berselancar wifi-an gratis. Sandingkan kopi, donat, dan laptop sebagai bagian dari lifestyle, dan temukan inspirasinya.


Monday, November 23, 2009

Layak Tayang TransTV Jelang Siang, Reporter Poppy Pradana Liput Donat Kampung


Setelah berbagai media cetak dan tv nasional terus-terusan blow-up DKU, kini giliran kali kedua tembus TransTV. Donat Kampoeng Utami (DKU) di acara Jelang Siang, Rabu 18 Nopember 2009. Story tentang DKU, memang menggelitik banyak orang. Tak hanya cerita dari trotoar ke mancanegara; tetapi juga dari pena ke mata kamera.

Pun akhirnya, reporter kesayangan pemirsa Jelang Siang Trans-TV, Poppy Pradana Putri  (foto:kanan) kunjungi kota Jombang, Jawa Timur, Kamis 5 Nopember 2009. Sudah lama diagendakan, kota Jombang akan menjadi obyek acara Jelang Siang Trans TV. Salah satu pilihannya jatuh pada Donat Kampoeng Utami. Ini adalah kali kedua DKU ditayangkan oleh TransTV. Kali pertama di acara Wisata Kuliner bersama Pak Bondan Mak Nyuss tahun lalu, 17 September 2008.

Dalam acara jelang siang Rabu 18 Nopember 2009, story DKU dikemas tayang berdurasi 10 menit. Sungguh, ini durasi fantastis dan relative terlama sepanjang sejarah tayang DKU di televisi nasional. Ditayangkan lengkap, kisah perjalanan, dari DKU konvensional sampai DKU Café Modern yang  sudah dilengkapi dengan fasilitas Akses point internet Wifi Free. Di café modern kami, customer dapat menikmati 24 macam donat premium dan berbagai minuman hot & cool. Serta dapat internetan wifi gratis mulai dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Sejak grand opening 25 Oktober 2009, cafe modern kami yang berlokasi di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang, kerap disambangi pejabat dan masyarakat kelas middle-top dari berbagai kota..

Melalui Trans-TV, berjuta-juta pemirsa seluruh Indonesia telah menonton perkembangan DKU terkini. Banyak diantara pemirsa menghubungi saya. Heran. Ternyata kabar tentang ‘donat kampoeng utami’ yang diceritakan di dunia maya itu memang benar-benar riil, bukan fiksi. DKU itu ada dan terus berkembang.

Di akhir kunjungannya, kami sempatkan ramah-tamah foto bersama dengan para donut lovers, Mbak Poppy, dan Mbak Nova (bagian: kamera). Suasananya, akrab dan menyenangkan. Tapi belum sebulan kunjungan acara jelang siang, kami sudah rindu para crew Trans-TV. Bagaimana kami dapat berjumpa kembali.

Sepintas tentang Reporter Trans-TV Poppy Pradana. Courtesy Harian Suara Merdeka, Poppy Pradana Putri, kelahiran Pekanbaru 30 Desember 1983, adalah alumni Program Profesi Fakultas Psikologi UGM. Ia juga pernah terpilih sebagai Putri Indonesia 2004 mewakili Jogjakarta, fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Setelah lulus kuliah, kemudian ia bergabung TransTV sebagai reporter berita, dan sekarang kebagian job di acara Jelang Siang TransTV. *** Terima kasih Trans-TV ***.

Saturday, November 21, 2009

Gaya Hidup, Professional Muda Jombang Pilih Nongkrong di Cafe Donat

Genderang perubahan lifestyle, saya tabuh 2 bulan lalu. Momentum luar biasa itu ditandai launching-nya café donat premium di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang. Tak kalah dengan ‘cita-rasa impor’, café ini pun kerap disambangi para pejabat dan kalangan middle-top dari berbagai kota.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya medium taste. Maka atas dorongan para pelanggan loyal DKU di segmen middle-top, akhirnya resep pamungkas donat premium saya keluarkan. Donat premium dengan 24 varian rasa berstandar tinggi. Tidak tanggung-tanggung, harganya Rp 4 ribu per donat. Respon pasar middle-top pun sangat bagus. Konsep café donut premium tersebut saya kombinasikan dengan café free wifi. Akses point hotspot menggunakan teknologi canggih merk ‘Senao’.

Dari pengamatan saya sejak 2006, donat premium telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) ‘kelompok masyarakat dinamis’ metropolis. Tanpa perlu edukasi, kelompok ini sadar bahwa donat premium merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Sebab, donat premium lebih ‘enak’ dan ‘empuk’ dari sisi rasa, mampu menggugah selera, dan keren lho topping-nya. Tentu saja akan meningkatkan ‘rasa percaya diri’ bagi yang membawanya. Pengalaman psikologis ini sering kami amati dari perilaku customer kami. “Donatnya soft dan exclusive banget, kemasannya excelence”, katanya.

Saya sangat faham apa yang dirasakan customer kami saat ini. Sebab saya telah mengamati, bahwa pengalaman semacam ini sudah dialami kaum elite metropolis sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang waktunya memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mengikuti dinamika terkini, konsepnya pun telah saya tambahkan. Ada nilai plus-nya, yaitu tambahan di bidang teknologi informasi. Di café kami, customer akan memperoleh pengalaman exclusive. Menikmati donat premium dengan 24 varian rasa dan berbagai soft-drinkplus bisa browsing di dunia maya. Fasilitas wifi gratis dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Yang pasti, tersedia juga minuman khas Malaysia, yaitu “teh tarik’. Mantap !.

Silakan Baca Juga :

Thursday, November 19, 2009

Donat Kampoeng Utami, Sukses Gelar Pesta Blogger Di Jombang

Lomba Ngeblog; inspirasi itu muncul dari pikiran saya ketika kebanyakan orang lebih menyukai situs jejaring social, facebook (baca : fesbuk). Dalam pengamatan saya, sejak facebook popular, intensitas posting para blogger Indonesia kian menurun.

Hal ini yang mendorong saya hingga inspirasi ‘lomba ngeblog’ untuk umum se-kabupaten Jombang dan sekitarnya digelar. Lomba ini  digelar 25 Oktober 2009 dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda dan sekalian grand opening gerai premium donuts & coffee. Beberapa pakar blogger Jombang mengakui, inilah pesta blogger pertama yang paling sukses menggandeng partner sepanjang sejarah di Jombang, Jawa Timur, ketimbang waktu sebelumnya. 

Inilah sebuah tugas besar yang telah sukses saya selesaikan pada akhir Oktober 2009. Event besar untuk meng-edukasi terkait sebuah project untuk mengantar perubahan pola  lifestyle masyarakat lokal di Jombang, Jawa Timur. Tema lomba ngeblog adalah "Semangat berbagi cerita, ide, inspirasi, dan harapan tentang dinamika gaya hidup (lifestyle) masyarakat Jombang terutama bidang informasi teknologi". Hal ini terkait salah satu visi dan misi kami untuk senantiasa ikut berperan dalam mengantar masyarakat Jombang menuju perubahan. Tak sia-sia jika Tabloid Nova pernah menulis kisah saya dengan judul : "Donat Kampung Masuk Kota".

Dalam lomba itu, peserta lomba diberi waktu 2 jam untuk berkreasi. Peserta lomba berasal dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Lamongan, Gresik, dan Surabaya. Panitia menunjuk 3 orang tim juri, yaitu Jalaluddin Hambali (Redaktur Pelaksana Harian Radar Mojokerto – Jawa Pos), Robert AF Budiman (Desainer Grafis dari www.djombang.com), dan saya sendiri (Rosidah; red). Selama lomba, setiap peserta mendapat fasilitas sajian donat premium dan minuman gratis (hasil racikan saya tentunya, red). Biaya pendaftaran juga digratiskan.

Setelah dilakukan penilaian dari tim juri, blog milik Alid Abdul menjadi pemenang terbaik 1 lomba ngeblog, dengan judul Tempat Nongkrong Modern di Jombang. Terbaik ke 2 diraih blog milik Darmawan, Aku Ngeblog Lagi, dan Terbaik ke 3 yaitu blog milik Satriagung.

Selain para jawara blog terbaik, ada juga blog favorit. Tim juri memilih blog punya Junaedi Jun sebagai blog favorit 1, dengan judul Rosidah, Donatpreneur Yang Blogger!. Sedang favorit 2 diraih oleh blogger Nurmanto.

Semua peserta lomba ngeblog mendapat fasilitas dan bingkisan donat, soft-drink, souvenir, sertifikat. Sedangkan para pemenang lomba ngeblog mendapatkan tropi, flash-disk, voucher, souvenir, dan sertifikat. Daftar para pemenang lomba ngeblog, telah kami publikasikan dan dapat dibaca melalui Berita Radar Mojokerto - Jawa Pos Edisi Senin 26 Oktober 2009, halaman 37. Atau dapat dilihat di group facebook., silakan klik DISINI.

Agar kami terus bisa berkarya, para fans DKU dapat mendukung group facebook kami, karena dukungan ini dapat menjadi bahan bakar semangat kami, berkarya demi Indonesia.

Wednesday, October 14, 2009

Racikan Itu, Menjadi Bahan Bakar Semangat Saya

Saya sangat bersemangat hari ini. Hari kerja yang menyenangkan. Beberapa proposal kegiatan bertumpukan di meja ruang tamu. Iya, ada sebuah tugas besar yang harus saya selesaikan akhir Oktober 2009. Event besar untuk meng-edukasi terkait sebuah project untuk mengantar perubahan pola  lifestyle masyarakat lokal di Jombang, Jawa Timur.


Resep itu yang membuat hari-hari saya selalu bersemangat. Racikan itu selalu autorecall, seperti video-player dalam alam pikiran saya. Racikan yang hanya tertulis dan tersimpan di dalam pikiran saya. Sebuah resep sederhana, tapi punya kekuatan luar biasa yang dapat menembus batas-batas antar negara, Resep Donat Kampoeng Yang Premium. Resep itu yang mengantar saya, memberikan suplemen hingga stamina saya senantiasa prima. Memropagandakan hasil karya lokal, bercita rasa dunia, Donat Kampung Utami, atau kini juga populer dengan DKUDONUTS.

Resep donat premium mengingatkan saya sebuah memorial tahun lalu. Kisah itu telah saya posting dengan judul : Akhirnya Saya Diterbangkan. Foto di atas saya ambil di salah satu mall, ketika saya melancong berkeliling negeri Jiran. Hari itu saya jalan-jalan, menelurusi kios-kios, toko, mart, mall, dan pusat grosir. dari Penang sampai Kuala Lumpur. Sempat rehat selama 2 jam, Saya Ada di Puncak Petronas . Mal-mal di Jiran terasa lebih tenang dan nyaman. Tak seperti di Indonesia yang cenderung uyel-uyelan. Meskipun tidak banyak produk Indonesia yang beredar resmi di Jiran, saya pun menemukan beberapa produk asal Indonesia. Beberapa merk produk coklat produksi Indonesia juga saya temukan, terutama di mall-mall besar. dan bersertifikasi Halal. Bahan-bahan kue di Jiran juga cenderung lebih mahal jika dikonversi dengan ukuran mata uang Indonesia.


Hampir seharian kami menelusuri banyak tempat. Dan kemudian, hari sudah menjelang gelap, saya memutuskan untuk balik ke hotel, rehat makan  malam. Esoknya, hari Minggu saya balik lagi ke Indonesia.


Tuesday, September 01, 2009

DKUDONUTS Sponsori Jombang Facebookers pada Acara Buka Puasa Bersama di Cafe D'Qual-ly Jombang

Salah satu komunitas fesbuk yaitu Jombang Facebookers, adakan acara buka bersama, Minggu 30 Agustus 2009.

Hadir kawan-kawan Jombang Facebookers dari berbagai latar belakang profesi. Hadir pula kawan-kawan jurnalis dari Jombang Media Center (JMC), yang bermarkas di Jalan KH.Wahid Hasyim Jombang. Acara dikemas simple namun memberikan arti yang mendalam untuk mempererat persahabatan sesama warga Jombang, bersama membangun Jombang dengan profesi masing-masing.

Acara dibuka oleh Admin Jombang Facebookers (Anam), Aziz Vico sebagai MC, dan dibantu beberapa kawan team panitia kecil. Saling tukar informasi merupakan bagian dari acara, kemudian dilanjutkan ramah-tamah, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Iringan electone musik Islami juga mewarnai acara tersebut.

Sebagai informasi, bahwa terdapat banyak komunitas facebook Jombang. Jumlahnya ratusan, bahkan mungkin ribuan group. Namun di komunitas Jombang Facebookers ini anggotanya selalu solid dan update informasi yang bermanfaat untuk kemajuan anggota groups lainnya.

Dalam acara buka puasa bersama (bukber) kali ini, DKUDONUTS menjadi salah satu sponsor utama. DKUDONUTS siapkan takjil gratis sebanyak 50 paket donat, setiap paket isi 2 donat kualitas medium.

Sunday, August 23, 2009

Ketua Tim Penggerak PKK Jombang Kunjungi Stan DKUDONUTS di Acara Pembukaan Pasar Ramadhan 1430H, 22 Agustus 2009 di Pelataran Pusat Oleh-Oleh Jombang

Semakin Semarak. Demikianlah pembukaan pasar tahunan Ramadhan di depan GOR Merdeka dan pelataran Pusat Oleh-oleh Khas Jombang di jalan Merdeka, Sabtu 22 Agustus 2009.
Foto dari kiri: Ibu Hj. Wiwik Suyanto, Ibu Susi Widjono Soeparno, ketika mengamati dan memesan produk DKUDONUTS.

Pembukaan Pasar Ramadhan dihadiri sejumlah pejabat Muspida Jombang. Hadir Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Jombang (istri bupati Jombang) Ibu Hj. Wiwik Suyanto, SE (foto: kiri), Wakil Bupati Jombang Drs. H. Widjono Suparno Msi beserta Ibu Susi Widjono Suparno (foto: tengah), serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Jombang, Hasan, SH, MSi.

Menurut Wabup Widjono Soeparno, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk beras, diversifikasi pangan non beras kini menjadi penting untuk terus dikenalkan kepada masyarakat. Pembukaan Pasar Ramadhan kali ini ditandai dengan acara gunting pita dari bunga melati oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, Ibu Wiwik Suyanto, sebagai tanda gunungan apem raksasa untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir di pasar Ramadhan.

Acara selanjutnya yaitu meninjau beberapa stan binaan Dinas Koperasi Jombang di halaman Dinas Koperasi Jombang dan Pusat oleh-oleh khas Jombang. Foto disamping kiri diambil ketika Ibu Susi Widjono Soeparno menuju stan DKUDONUTS. Ibu Hj. Wiwik Suyanto dan Ibu Susi Widjono Soeparno memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan produk-produk DKU, sebagai produk unggulan Jombang yang berdaya saing.

Tak hanya di Jombang dan sekitarnya. Diprediksikan, Donat Kampoeng Utami (DKU) semakin menjadi favoirit masyarakat Indonesia, sebagai produk lokal bermutu  internasional. Produk Indonesia bercita rasa dunia, dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Bahkan bisa terus berkembang sampai manca negara. Di akhir kunjungan ke stan DKUDONUTS, Ibu Hj. Wiwik Suyanto dan Ibu Susi Widjono Soeparno memesan produk DKU.

Wednesday, July 29, 2009

Sukses, Kunjungan 20 Pengusaha Bakery Surabaya - Gapertis ke Cafe Dkudonuts

Sukses. Acara Kunjungan Wisata, Persahabatan, dan Studi Banding dari Gabungan Pengusaha Roti Surabaya & Sekitarnya (Gapertiss) ke Cafe DKUDONUTS Jombang, Rabu 29 Juli 2009.

Hari ini, sebuah kehormatan bagi Dkudonuts ketika satu rombongan para pakar bakery Surabaya sambang ke Cafe Dkudonuts. Agenda acara yang sudah terencana sejak sebulan lalu, akhirnya sukses melalui kunjungan persahabatan dan ramah-tamah. Adalah Pak Budi dari Indofood-Bogasari Flour Mills, Area Sales Wilayah Jombang dan Bapak Bonaran Siagian (Area Sales Promotion Supervisor - Commercial Division Surabaya), yang menjembatani acara pertemuan istimewa ini.

Rombongan dipimpin oleh pakar bakery Surabaya, Ibu Fatmawati Bafadal, Ketua Gabungan Pengusaha Roti Surabaya & Sekitarnya(Gapertiss). Acara diawali sekitar jam 1 siang, yaitu jamuan makan siang dengan berbagai menu yang telah tersedia di Cafe Dkudonuts & RM. Sari Rasa. Dilanjutkan sambutan dari ketua rombongan, studi banding, dan dialog seputar bisnis bakery. Dialog mengangkat tema story perjalanan resep premium Dkudonuts. Bagaimana perjalanan resep premium Dkudonuts, hingga akhirnya mampu menembus investor di berbagai negara kawasan Asia dan Timur Tengah.

Di sela-sela acara ramah-tama, saya sempatkan berdialog singkat dengan ketua Gapertiss. Jika dimungkinkan, akan ada sinergi antara Dkudonuts dengan Gapertiss secara berkelanjutan.


Di akhir acara, sekitar jam 4 sore, Dkudonuts dan Gapertis saling tukar bingkisan dan kenang-kenangan sebagai tanda persahabatan. Dkudonuts memberikan bingkisan berupa paket produk Dkudonuts.

Thursday, July 09, 2009

Tembus Tabloid Saji Terbaru, Donat Kampung Kualitas Premium


"Donat kampoeng Utami (DKU), Jombang. Donat Asal Kampung Kualitas Premium".

Demikianlah judul berita dalam kolom 'kisah sukses' halaman 18 di Tabloid Saji terbaru edisi 8 Juli 2009. Kunjungan jurnalis Miftakh Faried beberapa waktu lalu (11/6) di cafe Dkudonuts memberikan kapsul pemicu bagi DKUDONUTS untuk terus tumbuh dan berkembang meningkatkan pelayanan kepada pelanggan ke arah PREMIUM CLASS.



Tabloid kuliner bergengsi itu mengisahkan asal-usul nama Donat Kampoeng Utami, mengapa nama DKU kami pilih. Jurnalis Miftakh Faried juga mengupas lengkap dari hobi masak sampai ahli masak, dari promosi klasik sampai menebar jejaring network, dari kelas kampung sampai premium, dari lokal sampai internasional, semua komplit dibedah dalam satu halaman kisah sukses. Lebih lengkap tentang Dkudonuts, silakan baca di kolom kisah sukses, Tabloid SAJI Edisi Khusus, 8 Juli 2009.

Cafe Dkudonuts kelas medium telah kami buka awal Mei 2009. Apresiasi masyarakat lokal pun luar biasa. Buka setiap hari, jam 10.00-22.00 wib. Selain pelanggan Jombang, kini Dkudonuts juga diburu pelanggan dari daerah lain, yaitu Kediri, Nganjuk, Madiun, Lamongan, Mojokerto, Krian, Sidoarjo, Jombang, Pasuruan, Malang, dan Surabaya. Berita perkembangan Dkudonuts juga terdengar bupati, orang nomor 1 di Jombang. Di sela-sela sesi ramah-tamah temu usaha UKM/IKM (16/6), Bupati Jombang bersama Wakil Bupati sempatkan berdialog dengan dengan kami. “Saya akan memfasilitasi tempatnya. Mohon saya juga diingatkan kalau saya lupa”, kata Bupati.

Tak berhenti sampai di sini. Saat ini kami telah menyiapkan semacam konsep modern gerai DKUDONUTS PREMIUM & COFFEE, lengkap dengan Wifi Free. Kita bisa menikmati donat dan minum kopi, sambil berselancar di internet. Insya Allah akhir tahun 2009, kami bisa mewujudkannya.

Meskipun usaha donuts premium & coffee ini kami rintis sendirian, kami senantiasa welcome bagi para investor untuk membuka gerai khusus kelas premium di kota-kota besar seluruh Indonesia. Soal rasa dan penampilan, tak perlu bertanya-tanya. Kami bisa menjamin tak kalah dengan donat-donat ternama yang sudah ada di seluruh dunia. Apalagi resep kami telah berkembang di beberapa negara di Asia Tenggara, dan tahun 2010 akan diaplikasikan pula di kawasan Timur Tengah dan Arabian Gulf.

Sunday, June 21, 2009

Siap Kembangkan Konsep Premium Akhir 2009

Bersama berjalannya waktu, tahun 2009 merupakan momentum terbaik bagi Dkudonuts untuk terus meningkatkan pelayanan. Dukungan Bupati Jombang, Drs H. Suyanto MMA kepada Dkudonuts di sela-sela acara temu usaha (16/6) beberapa hari lalu memberikan bekal baru bagi Dkudonuts, senantiasa terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dukungan masyarakat pun juga sangat kuat kepada Dkudonuts supaya nantinya dapat melayani donut untuk semua segmen dan klas. Setelah sukses di kelas standar dan medium, pelanggan Dkudonuts mengelu- elukan supaya Dkudonuts segera punya gerai donuts & coffee premium di Jombang.

Atas dukungan Bupati dan pemerintah Jombang, Dkudonuts siap kembangkan konsep premium akhir tahun 2009. Saat ini kami telah siapkan konsep gerai premiumnya. Berlokasi di pusat kota Jombang dengan luas 60 meter persegi, akan tersedia 30 set tempat duduk, friend & family place plus free Wifi. Semua pengunjung bisa kongkow-kongkow dan nge-NET gratis di gerai kami. Tentu ditemani sajian donuts premium, coffee dan aneka soft-drink.

Dijadwalkan, gerai Dkudonuts premium opening soon akhir tahun 2009. Mudah-mudahan gerai Dkudonuts Premium menjadi salah satu alternatif tempat pilihan nyaman bagi yang mengutamakan life-style, premium class; donuts, coffee, & soft-drink. Meskipun demikian, Dkudonuts premium akan tetap memperhatikan kemampuan market Jombang, supaya harganya tetap bisa terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Wednesday, June 17, 2009

Temu Usaha: Bupati Jombang Berikan Apresiasi Perkembangan DKU Donuts

Bupati Jombang Drs. H. Suyanto, MMA memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan DKU Donuts di Jombang. Hal ini terungkap dalam acara Temu Usaha Dalam Rangka Upaya Meningkatkan Daya Saing IKM/UKM kabupaten Jombang kemarin (16/6). Di sela-sela sesi ramah-tamah dan tinjau contoh produk UKM/IKM, Bupati Jombang bersama Wakil Bupati sempatkan berdialog dengan dengan perwakilan dari DKU Donuts. “Saya akan memfasilitasi tempatnya. Mohon saya juga diingatkan kalau saya lupa”, kata Bupati.

Dalam perkembangannya, kini sudah ada Café DKU Donuts klas medium. Sejak dibuka awal Mei 2009, berlokasi di jantung kota Jombang (depan Mapolres Jombang) di RM.Sari Rasa Jalan KH.Wahid Hasyim 122-D Jombang. Cafe DKU Donuts hadir dengan konsep baru yang lebih fresh. Sehingga masyarakat Jombang dan sekitarnya sudah tak perlu jauh-jauh perjalanan ke kota besar (Surabaya atau Jakarta), hanya sekedar untuk beli donuts saja. Tak tanggung-tanggung, pelanggannya pun kebanyakan kelas menengah-atas.

Di sini Café DKU Donuts menjual donat kelas medium dengan kemasan stylist box. Pengunjung juga bisa menikmati donat dan soft-drink di dalam resto dengan fasilitas 100 set tempat duduk. Varian donatnya lebih dari 33 macam donat. “Semuanya dijamin Fresh & Delicious Setiap Hari”. Bahan baku donat 100% dijamin berkualiats terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet kimia. Donat kualitas medium ini dijual dengan harga Rp 2.500. Beli 6 donat (1/2 lusin) cuma Rp 14.000. Satu lusin yang mestinya seharga Rp 36.000, cuma bayar Rp 25.000 plus bonus free 1 donat.

Sedangkan resep donat kualitas premium memang belum di launching khusus ke konsumen. Apalagi harga DKU Donuts Premium kisaran Rp 5.000. Jadi konsep ono rego ono rupo akan berlaku khusus pada DKU Donuts kualitas premium. Dibuat dari bahan baku khusus berkualitas terbaik Indonesia, dan sebagian lainnya chocolate dan gandum harus kami datangkan langsung dari Amerika dan Eropa.

Harapannya mudah-mudahan DKU Donuts kualitas premium ini bisa diterima masyarakat Jombang sebagai produk berkelas dan tentu tetap terjangkau harganya. Kami masih mempersiapkan suatu konsep modern gerai donuts & coffee premium plus Free WIFI di Jombang, mudah-mudahan bisa opening akhir tahun 2009.

Monday, May 25, 2009

Donat Mewah di Jantung Kota Jombang, Hadir DKU Donuts & Café - RM.Sari Rasa

Kami telah hadir tepat di jantung kota Jombang. DKU Donuts & Café, harganya murah rasanya mewah. SATU-SATUNYA tempat menikmati donat mewah di kota Jombang. Lengkap dengan berbagai soft-drink. Tempat bersantai dan ngobrol paling asyik dan nyaman bersama teman, rekan, partner, kolega, dan keluarga. Café DKU Donuts - RM. Sari Rasa Jombang didesain berbeda dengan resto lainnya. Tempat kami leluasa layaknya sebuah hall. Disediakan ruangan full AC untuk berbagai acara pertemuan.

Tersedia 100 set tempat duduk di dalam dan di luar ruangan yang nyaman, bersih, dan luas. Area parkir pun leluasa untuk mobil dan motor. Dikemas dengan konsep nyaman, diperuntukkan bagi semua kalangan dan usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Ruangan restoran didesain khusus sehingga sangat cocok untuk acara pertemuan keluarga maupun acara pertemuan lainnya. Pengunjung juga dimanjakan dengan perlengkapan TV, home theater, dan karaoke. Sehingga pengunjung dijamin nyaman dalam menikmati sajian donuts dan aneka soft-drink. Disediakan pula musholla, dan toilet.

Dengan konsep baru yang lebih fresh, Cafe DKU Donuts merupakan satu-satunya wisata kuliner donat mewah di tengah kota Jombang. Masyarakat Jombang dan sekitarnya sudah tak perlu jauh-jauh perjalanan ke kota besar (Surabaya atau Jakarta), hanya sekedar untuk beli donuts saja. Jika di kota besar metropolitan harus bayar lebih dari Rp 5.000 per donat, tapi DKU Donuts cuma Rp 3.000 per donat. DKU Donuts menjadi super hemat lagi jika beli lebih dari 1 donat. Beli 2 donat, harusnya Rp 6.000 cuma bayar Rp 5.000. Beli 6 donat, harusnya Rp 18.000 cuma bayar Rp 14.000. Beli 12 donat, harusnya Rp 36.000 cuma bayar cuma Rp 25.000. Dilengkapi berbagai soft-drink kelas resto, harganya terjangkau mulai Rp 2.000.


DKU Donuts menyediakan 33 macam donat kualitas medium dan 7 macam donat kualitas premium. Semuanya dijamin Fresh & Delicious. Selalu Baru Setiap Hari. Bahan baku donat 100% halal berkualiats terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet kimia. DKU Donuts diproduksi hari ini, hanya untuk dikonsumsi hari ini.

Monday, April 27, 2009

Surat dari Kampung untuk Republik, Sudah Bukan Zaman Impor-imporan Donat, Baca Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009

Beberapa kali saya telah berkirim surat kepada Bogasari di Jakarta. Akhirnya surat dari kampung pun tembus ke meja redaksi Bogasari.

Selanjutnya kepada Bapak MR. Pamungkas, Team Marketing Communication Bogasari Flour Mills, saya sering share tentang kekuatan ramuan donat kampung. Begitu juga terima kasih kepada Ibu Queen Satrio, General Affairs Manajer, PT. ISM Bogasari Flour Mills yang selalu bersedia share dan mendengar informasi dari kami tentang bagaimana peran para aplikator terigu Bogasari di daerah.

Terima kasih, karena tulisan saya akhirnya terpublikasi dalam Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009. Surat dari Kampung: Terinspirasi Bogasari, Kini Dunia di Ujung Jari.

Sudah sekian tahun saya berkampanye, mengabarkan kepada masyarakat Indonesia. Tentang dasyatnya ramuan donat kampung asli Indonesia. Wes Gak Jaman Impor Donat Maneh (Sudah bukan jamannya lagi impor-imporan donat). Kini jaman sudah berubah. Produk makanan asli ramuan Indonesia, kualiasnya sungguh luar biasa. Tak kalah dengan produk asing dari Barat. Dan sudah saatnya masyarakat Indonesia sadar, untuk senantiasa cinta produk makanan olahan Indonesia. Waktunya berfikir praktis, donatnya dapat, dananya hemat. Donat kampung, bayarnya sungguh hemat, rasanya sungguh nikmat. Inilah tawaran solusi proteksi produk local. Harapannya generasi ke depan senantiasa menyintai donat local Indonesia.


Saya telah persembahkan ramuan resep donat terbaik untuk negeri ini. Berbahan baku local, bercita rasa internasional. Saya pun mampu berkreasi lebih dari 60 topping donat terbaik untuk negeri ini. Dan untuk mengembangkannya, bola itu telah saya gelindingkan ke tangan investor Indonesia saja.


Kini waktunya investor Indonesia menggelontorkan investasinya untuk membangun gerai donut premium di seluruh kota besar di Indonesia. Dengan kekuatan investasi itu, silakan guritakan, dan persembahkan kepada Indonesia. Atau terus saya gelindingkan saja ilmu ini di negeri seberang.

Sunday, April 12, 2009

Donat Kampung Utami di Tabloid KOKI, Bahan Kampung Mutu Premium. Baca Edisi 9 April 2009

Lagi, Donat Kampoeng Utami (DKU) kebagian Profil di Tabloid KOKI edisi 9 April 2009. Berawal dari telepon Ibu Elisabet Yuliastuti, pemimpin redaksi (pimred) Tabloid KOKI sebulan lalu (Maret 2009). Beliau memutuskan memilih DKU, untuk diangkat di kolom profil. Bukan tanpa alasan, karena Tabloid KOKI akan menerbitkan Edisi Spesial. KOKI kali ini khusus mengangkat tema booklet "Meraup Untung dengan Donat Bertopping", edisi awal April 2009.

Ceritanya pun berlanjut. Tanggal 25 Maret 2009, beliau menugaskan jurnalis khusus (staf dapur uji), chef Meychel, dan fotografer tabloid KOKI untuk meliput berita DKU di Jombang. Bersama chef Meychel, seharian kami melakukan uji di dapur DKU. Khusus donat DKU kualitas standar, dengan harga kelas Rp 500, Rp 1000, dan Rp 2000.

Tak hanya donat DKU. Kue Gupal produksi DKU, sebagai kue oleh-oleh khas Jombang juga kebagian uji dapur. Kali ini KOKI benar-benar membuktikan. Bahwa memang benar, KOKI melihat rumah produksi DKU hanya dengan alat sederhana yaitu hand mixer, oven sederhana yang difungsikan sebagai steamer, dan alat-alat rumah tangga layaknya rumah tangga pada umumnya.

KOKI benar-benar melihat. Yang ada yaitu sebuah kesederhanaan. Kedai DKU mencerminkan sebuah tekad sederhana, tapi tersirat filosofi sangat dalam. Tekun dan konsisten untuk senantiasa menyintai produk dalam negeri. Sebuah idealisme menyampaikan pesan kepada generasi untuk senantiasa kreatif. Menyintai bahan baku lokal, dan meramunya menjadi donat bermutu, dan berkelas dunia.

Setelah selama 2 minggu kami menunggu, kami mendapat kabar dari Chef Meychel, Tabloid KOKI. Tanggal 9 April 2009, Profil Donat Kampoeng Utami (DKU) ada di Tabloid KOKI. Judul beritanya yaitu: Rosidah Widya Utami - DKU Jombang, Hobi Membawa Kesuksesan. Bagi DKU, judul profil itu merupakan sebuah pilar baru, memberikan kekuatan bagi kami untuk terus mengabarkan kepada dunia. Mengampanyekan kesuksesan produk olahan lokal Indonesia.

DKU akan terus membuktikan dan mengabarkan, bahwa donat kampung sebagai produk lokal Indonesia, akan tetap survive dan berkembang di tengah derasnya arus slogan dan merk-merk modern. Bahkan lebih dari sekedar survive. Perkembangan aplikasi ramuan DKU, justru akan terus berkembang dan menggurita di kawasan Asia Tenggara. Sekali lagi, terima kasih KOKI.

Saya atas nama DKU Donuts juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh media TV, majalah, tabloid, dan koran di Indonesia. Yang telah mengangkat berita dan profil perjalanan panjang Donat Kampoeng Utami, diantaranya Tabloid NOVA, Jawa Pos Radar Mojokerto, Trans TV Wisata Kuliner, Harian Surya, Majalah Wacana Mitra Indofood-Bogasari, Tabloid Ritel Alfamart, Tabloid LeZAT, Tabloid Nakita, Harian Kontan, Dhoho TV, Sampoerna DjiSamSoe, Majalah Tarbawi, Tabloid Iklan Jombang, Majalah Nahdlah NU Jombang, djombang dot com, Radio Suara Jombang FM, Radio Citra FM, dan Radio Delta FM Jakarta.

Wednesday, February 04, 2009

Donat Kampung Jombang Indonesia Kelas Dunia, Harga Murah, Rasa Mewah

Dikutip dari : Nova Online, Jumat 30 Januari 2009
Nova Edisi Cetak : 26 Januari 2009, page: 42-43

Donat Kampung Masuk Kota, Harga Murah, Rasa Mewah

Usaha yang digawangi Rosidah Widya Utami (35) ini, kelihatannya sepele. Ia "cuma" berjualan donat kampung seharga Rp 500. Tapi soal rasa? Tak kalah wah dengan yang dijual di mal-mal. Kini, donat produksinya sudah singgah ke kota-kota besar. Bahkan dijual di luar negeri.

Donat Kampoeng Utami (DKU), demikian Utami menamai dagangannya. Dengan harga Rp 500 dan cara promosi memanfaatkan fasilitas blog, DKU asal Jombang dikenal luas. Malah, donat jenis premium buatan Utami, juga sudah diproduksi dan dijual di beberapa gerai mewah -- --------.


Memperkenalkan produknya hingga ke Mancanegara, diakui Utami tidaklah mudah. Delapan tahun Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi Univeritas Brawijaya ini melakukan riset demi menemukan formula yang pas untuk membuat donat berkualitas.

Kecintaan Utami pada tata boga memang sudah terbangun sejak remaja. Adalah sang ibu yang

menularkan kemahiran memasak padanya. Cinta itu terus berlanjut sampai ke perguruan tinggi dan ketika mulai bekerja di perusahaan sepatu di Jombang. "Saya menerima pesanan kue dari teman-teman kantor. Pokoknya, saya cinta sekali dengan dunia boga. Meski seharian sudah capek bekerja, tapi kalau ada pesanan kue, rasa pegal itu hilang," imbuhnya.

Akhirnya, setelah menikah, Utami putar haluan. Dia berhenti kerja dan membuka toko kelontong di rumah. Selain memberikan hasil, ia merasa bisa lebih fokus mengurus anak. Kembali "jiwa boga"nya memanggil-manggil. Alhasil, ia menutup toko kelontong dan sebagai gantinya, "Saya jualan kue. Fokusnya jualan donat."

Utami memilih donat bukan tanpa alasan. "Meski bukan asli makanan Indonesia, tapi donat dikenal kalangan masyarakat atas sampai bawah."

Pakai Label

Awalnya, utami melakoni hampir segalanya. Mulai membuat hingga menjual, dilakoninya sendiri. Berhubung belum tahu teknik pemasaran yang bagus, donatnya hanya dijajakan ke sekolah TK, tempat pengajian, bazar, sampai dititipkan di tukang sayur keliling. "Bagi saya, yang penting laku. Apa pun caranya," katanya.

Hasilnya? "Jauh dari harapan." Hampir setiap hari, antara yang terjual dan sisanya, selalu lebih banyak sisa. "Padahal, menurut saya, donat buatan saya murah, enak, dan bersih. Saya juga heran, kok, enggak laku." Di tengah kebingungan, muncul ide segar. Bersamaan dengan ditemukannya nama yang pas, Donut Kampoeng Utami, produknya dikemas secara menarik, diberi label yang berisi alamat lengkap dengan nomor telepon plus layanan SMS. "Label, kan, ibarat kartu nama. Dari 100 buah donat yang terjual, logikanya, 100 orang jadi tahu nama dan alamat tempat tinggal saya."


Benar saja. Telepon di rumahnya terus berdering. Sebagian memesan, lainnya sekadar tanya harga. "Bagi saya, tak masalah. Yang penting, orang sudah kenal DKU," kata Utami yang sejak itu banyak komunitas ibu-ibu pengajian di Jombang memilih donat bikinannya sebagai suguhan.

Singkat cerita, DKU makin populer. Bisa dibilang, jadi ciri khas oleh-oleh Jombang. Selain rasanya enak, harganya pun murah, yakni Rp 500 per buah! "Buat saya, jual kue di mal dan laku, itu wajar. Tapi bagaimana caranya menjual kue buatan kampung tapi bisa laku, itu yang jadi tantangan," ujar Utami.


Rambah Dunia Maya

Lantas apa lagi yang dilakukan Utami? Ia mulai memasuki dunia maya, membuat blog. "Setiap kegiatan saya mengembangkan usaha, saya tulis." Di sisi lain, ia juga meningkatkan kualitas dan melakukan inovasi. Utami tak lagi sekadar membuat donat kampung standar bertabur gula halus seharga Rp 500, melainkan juga aneka varian. Ada donat rasa stroberi dan melon yang dibandrol Rp 1.000, atau donat cokelat dan keju seharga Rp 2.000.

Donat varian baru ini dinamainya donat premium. Tak mudah menemukan formula donat jenis ini. Secara kualitas, rasanya tak kalah dengan donat kelas mal, tetapi harganya jauh lebih murah. Untuk bisa menciptakan donat dengan rasa istimewa, ia perlu waktu cukup panjang dan tak jarang mengalami kegagalan. Kini donat premium Utami dalam proses hak paten.

Agar tidak merusak pasar, Utami tak memasarkan produk premiumnya ini di sembarang tempat. "Sengaja tak diproduksi secara massal, sebab bahannya memang pilihan dan harganya di atas yang sudah ada. Untuk itu, saya sengaja menawarkan pada investor yang berminat untuk mengembangkan," tutur Utami yang pernah mendapat kunjungan 40 orang ibu (pengusaha) ---- --------.


Dilirik Investor Asing

Usaha Utami tidak sia-sia. Beberapa bulan lalu, datang seorang investor ---- -------- yang mengetahui kiprahnya lewat blog. Setelah bertemu, sang investor minta dibuatkan satu paket donat premium yang diinginkan. "Ternyata cocok. Saya dan keluarga lalu diminta -- ------- untuk teken kontrak kerjasama." Selain itu, sambungnya, selama tiga bulan -- -------- , Utami juga diminta untuk mengajari para karyawan soal ilmu membuat donat.

Utami berkisah, sekarang produk donat tersebut sudah besar sekali -- -------- . "Sudah punya tiga cabang besar dan mewah dengan nilai investai milyaran rupiah," kata Utami sambil bertutur, setiap bulannya dia mendapat royalti cukup besar dari investor tersebut.


Masih menurut Utami, sebenarnya dia tidak akan menyerahkan formula donat tersebut kepada pengusaha asing andai saja ada investor lokal yang berminat mengembangkannya. Utami merasa, pengusaha Indonesia sepertinya justru lebih tertarik membeli karya dari orang asing ketimbang karya bangsanya sendiri.


"Orang kita lebih senang membeli franchise yang berasal dari luar negeri. Padahal, orang kita bisa, kok, membuat donat selezat buatan luar negeri. Nyatanya, karya saya sekarang sejajar dengan buatan luar negeri," ujar Utami sambil menjelaskan, -- -------- harga donat "temuan"nya itu dijual sekitar Rp 5 ribu.


Diundang Mengajar

Keinginan Utami, saat ini terus melakukan eksperimen untuk mencari formula donat yang lebih istimewa lagi, sekaligus berharap ada investor lain lagi yang mengajak kerjasama, mengembangkan. Akibat kesuksesannya, Utami juga sering diminta beberapa perguruan tinggi untuk member materi kewirausahaan.

Kendati sudah berhasil menciptakan donat kelas premium, namun untuk keseharian Utami tetap memproduksi donat kelas standar yang dijual dirumah atau secara pesanan. Untuk saat ini, Sembilan puluh persen terjual secara pesenan, sedangkan selebihnya membeli langsung di toko kuenya yang menempati sisi kanan rumahnya. Minimal 500 donat kampong ia produksi per hari. Nah, siapa tertarik berbisnis donat? Semangat Utami ini bisa menjadi cambuk yang bermanfaat.


Gandhi Wasono M.
Foto: Gandhi Wasono M./NOVA, Dok.Pribadi

Dikutip dari : Nova Online, Jumat 30 Januari 2009

Monday, January 26, 2009

Libur Imlek, Donat Kampung di Tabloid NOVA, Saya Di Masjid Cheng Ho

Saya tidak tahu, apakah ini suatu kebetulan. Hari ini, Senin 26 Januari 2009 tercatat tiga peristiwa penting mewarnai sejarah hidup saya dan Donat Kampoeng Utami (DKU). Berlibur (mengantar liburan sekolah anak-anak dan liburan Imlek ke kebun teh Wonosari Lawang-Malang), Profil (Donat Kampung Utami (DKU) di Tabloid NOVA No. 1092/XXI Edisi 26 Januari - 1 Februari 2009), Singgah (di Masjid Muhammad Cheng Ho di Jalan Raya Surabaya - Malang, Pandaan Pasuruan bertepatan tahun baru Imlek).

Berlibur: Sejak kedatangan di kebun teh Wonosari 25 Januari 2009, saya beserta keluarga bermalan di Wisma Rolas kamar 12. Sebuah kamar berada paling ujung pada lantai 2 dengan great-view pemandangan kebun teh. Tidak sendiri, di kamar lain ditempati para sahabat saya. Kami rombongan 9 keluarga yang telah bersahabat lebih dari 7 tahun. Hawa sejuk pegunungan mengingatkan masa kecil saya, saat saya masih tinggal di kampung Karang Besuki, Sukun, Malang. Tak lupa, Donat Kampung Utami kualitas standar sudah saya siapkan khusus untuk rombongan, menjadi suguhan istimewa dalam liburan kali ini.

Profil: Senin 26 Januari 2009, handphone saya nyaris tak bisa berhenti berdering. Telepon dan sms dari para pelanggan / pembaca Tabloid NOVA terus bertubi-tubi menyerang sepanjang hari. Berita Donat Kampoeng Utami di Tabloid NOVA No. 1092/XXI Edisi 26 Januari - 1 Februari 2009, kolom Peristiwa, halaman 42-43, telah menyebar ke pelosok Nusantara. Judul beritanya: "Donat Kampung Masuk Kota, Harga Murah, Rasa Mewah". Berita ahli resep donat premium Indonesia itu berasal dari desa (kampung) di Indonesia, Jombang - Jawa Timur. Hal ini tak lepas dari tulisan Gandhi Wasono M, seorang jurnalis senior Tabloid Nova yang menuturkan dengan bahasa sederhana, apa adanya, lugas, namun agresif.

Masjid Cheng Ho: Jam 12 siang, saya harus menyudahi acara liburan, segera kembali ke Jombang. Mumpung pas Tahun Baru Imlek, sekitar jam 2 siang saya sempatkan singgah di Masjid Muhammad Cheng Ho di Pandaan, Pasuruan. Pembangunan masjid bergaya Cina tersebut kabarnya diprakarsai oleh warga keturunan Thionghoa yang tergabung dalam Pembina Iman Tauhid Islam atau PITI, yang dulu dikenal sebagai Persatuan Islam Thionghoa Indonesia. Masuk area masjid Cheng Ho terasa seperti masuk negeri Tirai Bambu. Bangunan Masjid Cheng Ho ini tampaknya hasil perpaduan gaya arsitek Cina dan gaya arsitek bangunan masjid Arab-Indonesia. Warna merah pun mendominasi bangunan Masjid Cheng Ho layaknya di China. Jadi tak heran apabila banyak pelancong dan musyafir memanfaatkan untuk singgah beribadah di masjid ini.

Tertarik kisah, sejarah, dan filosofi Cheng Ho? Silakan baca buku karya Prof. Kong Yuanzhi, 'Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara', Penyunting: Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, Pengantar: Prof. Ali Yafie, Penerbit: Yayasan Obor Indonesia, 2000. Buku setebal 299 halaman ini juga bisa dibaca online melalui e-book di Buku Google (mudah-mudahan masih bisa diakses). E-book silakan klik disini: Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara.

Saturday, January 24, 2009

Imlek, Warga Tionghoa Serbu Donat Kampung

Tahun Baru Imlek 2009, donat kampung benar-benar sudah menjadi pilihan warga Tionghoa. Perayaan mereka tahun ini boleh dibilang lebih seru dari tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, selain kue keranjang, warga Tionghoa juga serbu donat kampung. Ternyata donat kampung ukuran mini ini sudah menjadi kue alternatif dalam acara mereka. Selain bentuknya unik, Donat Kampung Utami ini juga sangat istimewa. Termurah, harga donat kampung cuma Rp 500 (donut mini), Rp 1000 (medium size), Rp 2000 (big size). Sebuah tawaran harga yang luar biasa dan istimewa bagi pelanggan Donat Kampoeng Utami. Donat Kampung Utami merupakan satu-satunya pilihan donat berkelas, sehat, termurah, dan telah terjamin kehalalan-nya karena lulus uji LPPOM MUI.

Tak heran, walaupun namanya donat kampung, namun donat ini sangat disukai semua lapisan masyarakat Indonesia. Apalagi kini, inspirasi Donat Kampung Utami juga telah menjadi kiblat bagi pengusaha kue lainnya di Indonesia. Yaitu sebagai kue sehat, berkelas, halal, dan termurah di Indonesia. Donat Kampung Utami bahkan terkenal sampai luar negeri. Pelanggan donat kampung pun tak perlu kawatir keluar banyak uang. Pembelian tak harus setengah lusin atau selusin. Recehan Rp 500 sudah bisa menikmati Donat Kampung Utami. Setelah menikmati satu potong donat, silakan boleh borong semua donat kampung buatan saya.

Donat Kampung Utami, merupakan trend donat masa depan rakyat Indonesia. Perjalanan panjang donat kampung juga telah cukup memberikan warna dalam dunia donat Indonesia. Embrio Donat Kampung Utami, yang lahir dari sepanjang trotoar, pedagang sayur keliling, sekolah-sekolah, pameran produk UKM, hingga akhirnya resepnya telah terbang sampai ke mancanegara. Kini, bola di tangan investor Indonesia untuk membangun Indonesia dengan kekuatan lokal. Save Our Nation, Indonesia.

Tuesday, January 20, 2009

Donat Kampung Utami Luncurkan Program BEASISWA BAKTI DKU 2009

Donat Kampoeng Utami (DKU), Ahlinya Donat Kampung Indonesia, atau kini juga dikenal sebagai dku.donuts Indonesia, yang didirikan oleh Rosidah W. Utami, mempersembahkan program beasiswa prestasi bagi siswa/siswi SD/MI/Sederajat di wilayah kota Jombang-Jatim. Ditujukan bagi anak-anak yatim/duafa yang berprestasi, program ini diluncurkan kali pertama pada tanggal 28 Desember 2008, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1430H, dan diberi nama "BEASISWA BAKTI DKU 2009".

Pendaftaran dibuka tanggal 1 Januari s/d 17 April 2009. Pengumuman calon penerima beasiswa selambat-lambatnya 24 April 2009 melalui website www.dkudonuts.co.cc. Penyerahan beasiswa bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009. Kriteria calon penerima beasiswa, dan formulir pendaftaran dapat diperoleh secara cuma-cuma di kedai DKU, atau silakan download (klik-kanan, save as), sebagai berikut.
Diharapkan, program ini dapat memberikan stimulasi, kesetaraan, dan kesempatan kepada anak-anak kaum duafa sehingga juga memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Berjuta terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung DKU dalam program beasiswa ini. Mudah-mudahan program beasiswa ini berkelanjutan, serta dapat menjadi inspirasi yang lain untuk ikut berperan serta membangun Jombang yang lebih baik. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan barokah atas kebaikan kepada pihak-pihak yang telah men-support program beasiswa ini.

Monday, January 05, 2009

Akhirnya Tembus SCTV, Donat Kampung Utami di Liputan 6 JATIM

Sebuah perjalanan panjang, 8 tahun sudah saya mengabarkan kepada dunia tentang kekuatan donat kampung Indonesia. Bertahun-tahun energi luar biasa besar saya curahkan untuk mengampanyekan Donat Kampung Utami. Jauh sebelumnya, saya telah memprediksi, bahwa pada akhirnya donat kampung akan popular di kalangan media dan masyarakat Indonesia. Kini sebuah realitas, di awal tahun 2009, bagaimanapun donat kampung merupakan salah satu jajanan yang tetap survive di tengah lilitan krisis global. Donat kampung Rp 500,- buatan saya yang selalu disukai dan dirindukan masyarakat Indonesia.


Sebuah perjuangan luar biasa besarnya bagi saya. Berita donat kampong Rp 500 buatan saya, pun telah ke sekian kali terbaca juga oleh media televisi nasional. Hari ini, Senin 5 Januari 2009, akhirnya tembus SCTV, berita Donat Kampoeng Utami di Liputan 6 Pagi Jawa Timur, yang diliput koresponden SCTV, Bambang Ronggo. Berita tentang donat kampung ini dapat diakses melalui Youtube sebagai berikut. Donat Kampung Utami di Liputan 6 melalui Youtube.


Sebelumnya, atas dukungan teman-teman jurnalis, profil Donat Kampung Utami juga diangkat di media radio, koran, dan TV. Perjuangan panjang donat kampung, yang mengangkat karakter kampung dan unsur-unsur lokal ini, diantaranya dimuat oleh media Jawa Pos, Trans TV, Harian Surya, Majalah Wacana Mitra Indofood-Bogasari, Tabloid Ritel Alfamart, Tabloid Lezat, Tabloid Nakita, Harian Kontan, Radio Suara Jombang FM, Radio Citra FM, dan Radio Delta FM Jakarta.


Terima kasih SCTV, terima kasih Liputan6, terima kasih para jurnalis, reporter, dan media. Terima kasih pelanggan dan pecinta donat kampung Indonesia. Mudah-mudahan, donat kampung semakin digemari masyarakat Indonesia.

Saturday, December 27, 2008

Siang Reuni Smarihasta 88 di Malang, Malam Hadiri Parade Music Stop HIV-AIDS di Jombang

Siang, Hadiri Reuni Smarihasta 88 di Malang. Jam 2 dini hari saya sudah wake-up membuat donat. Sejumlah pesanan donat harus saya persiapkan, karena diambil pagi. Jam 8 semua pesanan donat telah selesai. Sementara kawan-kawan alumni smarihasta angkatan 1988, beberapa kali calling untuk memastikan kedatangan saya di acara reuni. Jam 9 pagi, saya akhirnya memastikan berangkat ke acara “ngumpul maneh” Smarihasta '88 di Hotel University In, Malang, 27 Desember 2008. "Hai Rosidah, donat kampung memang luar biasa, terkenal dimana-mana, piyeh kabarmu?", sambutan awal para sahabat alumni. "Halah, cuma donat Rp 500 saja, apa yang luar biasa", sambil tersenyum saya balik bertanya.

Demikianlah kemudian kami saling ramah-tamah dengan teman-teman se-angkatan 1988. Tahun 1991 adalah tahun kelulusan kami, berarti 17 tahun berlalu. Namun kenangan itu seakan-akan seperti kemarin saja di angan-angan. “Hari kemarin adalah kenangan, hari ini adalah realita, hari esok adalah harapan”, begitu Pak Kamilun menyampaikan sambutan di acara ngumpul maneh. Kala itu, Pak Kamilum merupakan guru kami, pembimbing kami, kepala sekolah kami yang dikenal sabar, dan sangat disegani di kalangan siswa SMA Negeri 8 Malang.

Sejenak, saya sempat merenung di sela-sela sambutan beliau. Tentang kenangan SMA, perjalanan saya kini, dan harapan-harapan apa lagi di masa mendatang. Tapi sesaat kemudian, saya segera tersadar kembali ke acara reuni dalam suasana akrab dan menyenangkan. Reuni yang juga dihadiri beberapa guru Smarihasta ini, sangat mengesankan hingga akhir acara. Malam harinya, ingin kumpul bareng lagi dengan sahabat-sahabat Sos-3. Tapi, saya harus segera pulang ke Jombang. Karena menghadiri acara Parade Music Stop HIV-AIDS dan ada pesanan donat dan kue yang di ambil besok.

Malam, Langsung Hadiri Parade Music STOP HIV-AIDS di Jombang. Alhamdulillah, sampai di Jombang jam 7 malam. Sejam kemudian, saya menghadiri Parade Music Stop HIV AIDS di Jombang. Acara ini digelar, antara lain kerjasama Donat Kampoeng Utami (DKU) dengan Radio Surga FM, dalam rangka memperingati Hari Stop HIV-AIDS Sedunia dan Hari Anti Narkoba. Selain dari Jombang, acara parade musik ini dihadiri group band remaja lainnya dari berbagai kota di Jawa Timur, termasuk Surabaya. Selain off-air, acara parade musik yang digemari para remaja ini juga di siarkan secara on-air dan on-line melalui Radio Surga FM dan di-relay 2 radio komunitas lainnya di Jombang.

Monday, December 22, 2008

Wartawan New York, Bicarakan Donat Kampung Indonesia - Kado Hari Ibu, Profil Perempuan Indonesia Akhir Tahun 2008 di Jawa Pos, Radar Mojokerto

Menjelang Hari Ibu (Mother's Day), yang diperingati 22 Desember 2008, profile saya terpilih dimuat di Radar Mojokerto, Jawa Pos, edisi Minggu 21 Desember 2008.

Mother's day, peristiwa penting ini bermula tanggal 22-25 Desember 1928 di Jogjakarta, saat diadakannya Konggres Perempuan Indonesia I. Momentum itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Sedangkan penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Di mancanegara, peringatan Mother’s Day juga ada di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, dan diperingati setiap bulan Maret.

Kini peran Wanita Indonesia, semakin meluas di berbagai bidang kehidupan. Bagaimanapun, semangat dan perjuangan para perempuan sangat penting dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Sesungguhnya Indonesia punya banyak generasi wanita kreatif. Dan dengan sedikit sentuhan investasi, saya yakin bahwa kreatifitas itu akan mengabarkan kebesaran bangsa ini ke seluruh penjuru dunia.

Demikian juga, bagaimana perjuangan saya membangun image donat kampung menjadi donat berkelas, sehat termurah. Donat dari kampung, donat ndeso yang awalnya menghidupi orang di kampung-kampung itu, kini mampu menembus batas antar negara bahkan lintas benua. Energi luar biasa besarnya telah saya pancarkan melalui berbagai edukasi di setiap kesempatan saya.

Sebuah situs milik
Duane Reade, sebuah perusahaan retail raksasa di New York City, yaitu blog International Donut Reporter, NYC Donut Report, juga membahas donat kampung Indonesia di situs mereka, Kampoeng Utami Donuts, Suitable for All Agendas. Saya dapatkan link ini ketika ada teman saya mengabarkan bahwa donat kampung menjadi perbincangan di kalangan wartawan kuliner AS. Donat kampung utami, donat Rp 500,- yang mampu menembus image di negeri paman sam itu. Sebuah kado luar biasa, betapa penting peran wanita Indonesia. Ini sekaligus juga sebagai kado saya di akhir tahun 2008. Kado dari Jawa Pos - Radar Mojokerto, berupa berita profile saya, "Lebih Dekat dengan Rosidah W Utami, Perempuan Entrepreneur Jombang".

Manakala berita donat resep standar Rp 500,- buatan saya bisa menembus batas negara, maka donat resep premium Rp 5.000,- buatan saya, pun akhirnya dengan dukungan investor Indonesia, yakin pula akan mengabarkan ke penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Tuesday, December 02, 2008

Atribut Partai Politik dan Kampanye Pemilu 2009 Bisa di Atas Kue Tart dan Donat

Hanya ada di Jombang, Jawa Timur. Menuangkan ide kreatif bisa banyak cara. Yaitu Kampanye Pemilu 2009 melalui kue tart dihias chocolate logo partai politik. Saat beberapa pihak telah menghubungi saya kemudian order kue tart. Dan saya ahlinya, membuat kue tart dan donat berhiaskan butter-cream dan chocolate bermotif atribut sebuah partai politik. Selain pada kue tart, saya juga ahli menghias dan membatik hiasan pada brownies, dan cake kue bermotif logo partai politik, logo perusahaan, logo lembaga, logo instansi, dan logo organisasi.

Bukan pekerjaan mudah bagi Donat Kampoeng Utami (DKU). Ini bukti, bahwa kepercayaan pelanggan DKU di Jombang adalah wujud dari keseriusan DKU untuk selalu memenuhi kepuasan pelanggan. Saya yakin tak banyak orang mampu menghias kue seperti ini. Bukan pekerjaan mudah, perlu keahlian khusus untuk melukis di atas kue. Selain harus punya bakat melukis, juga membutuhkan ketelitian, kejelian, dan kesabaran yang tinggi. Sehingga hiasan kue tart parpol itu nampak cantik, indah, sempurna, dan menarik. Agar mudah diingat, kue tart itu saya namakan Kue Tart Pemilu 2009 atau KTP 2009. Dampaknya, tak main-main, Kue Tart Pemilu 2009 terbukti merupakan sarana kampanye yang murah tapi efektif untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

Selain efektif, makan kue tart pemilu secara psikologis dapat memberikan sentuhan kebersamaan. Karena kue tart ini bisa dinikmati oleh semua yang hadir di dalam forum-forum terbatas. Misalnya saat peresmian, syukuran, kampanye parpol yang dilakukan secara tertutup di dalam gedung. Jadi mulai pemotongan kue secara simbolis (ceremonial) oleh ketua partai, Pembagian kue kepada anggota partai yang hadir dalam forum tersebut, kemudian dinikmati bersama-sama. Kue tart pemilu 2009 juga dapat dijadikan momentum pendorong semangat kebersamaan di antara pengurus partai sebagai gong diawalinya pesta demokrasi.

Agar netral, hasil kreatifitas saya pada kue tart pemilu memang seharusnya tidak saya display di blog DKU. Saya akan dengan senang hati, melayani siapapun yang datang pada saya, untuk sepotong kue. Dan saya yakin dan berdoa, bahwa diantara yang datang pada saya adalah orang-orang sukses. Bergabung dan berinteraksi dengan orang-orang sukses, yakin bahwa kita juga akan sukses. Semoga Indonesia memperoleh pemimpin yang amanah dan dicintai rakyatnya. Welcome to Indonesia Election 2009.

Monday, December 01, 2008

Eagle’s Spirit, Pakar NLP Indonesia Juga Kunjungi Donat Kampung

Siapa sangka jika tiba-tiba saya didatangi seorang muda, tapi senior di bidang training & motivation. Beliau, Edy Santoso (foto:kiri), pendiri Eagle’s Spirit yang juga pakar NLP Indonesia yang bermarkas di Jakarta itu, kemarin (30/11) sempatkan berkunjung ke kedai saya, kedai donatnya orang kampung di Jombang, Jawa Timur. Kiprahnya sejak tahun 1996, menunjukan pengalamannya lebih dari 12 tahun dalam bidang Trainer & Motivator.

Dikenal sebagai sosok enerjik dan dinamis, beliau juga seorang praktisi Neuro Linguistic Programming (NLP) yang telah memberikan pelatihan kepada ribuan peserta di seluruh Indonesia dengan spesialisasi pada bidang Motivation, Sales & Marketing, Leadership, Personal Development & Team Building yang dikemas dengan menggunakan teknik-teknik Dahsyat Neuro Linguistic Programming (NLP) yang telah terbukti manjur di seluruh dunia. Kedatangan beliau ini didampingi seorang pakar training SDM dan motivator, Pintor Sagala, yang juga sebagai Direktur Maneuver Praga Strategy (MPS). Sebelum ke DKU, beliau berdua menghadiri undangan untuk memberikan materi training & motivation di Bank Indonesia Cabang Kediri.

Dalam kesempatan singkat itu, beliau berdua sempat memberikan kapsul spirit kepada saya dan bagaimana gambaran DKU ke depan. Saat beliau berdua bertanya, "Apa kunci sukses ibu dalam membangun image kedai donat kampung?" Saya hanya bisa menjawabnya: "Saya tak punya kunci sukses sebagaimana yang Bapak maksudkan, saya hanya ikhlas saja melayani orang-orang yang datang pada saya". Kemudian kami diskusi seputar perkembangan kedai kecil ini.

Di akhir kunjungan, beliau juga membawa oleh-oleh khas kota Jombang, Kue Gupal DKU yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Pak Pintor Sagala sempat terkejut dan berguman, "wow, luar biasa", saat membaca spanduk banner DKU bertuliskan "Produsen & Grosir Kue Kering Termurah di Indonesia". Kami pun tertawa bersama dan mengakhiri perjumpaan persahabatan ini dengan lambaian tangan setalah sekitar satu jam kami sharing. Karena beliau berdua harus segera take-flight dari Bandara Internasional Juanda menuju Jakarta.

Tuesday, November 11, 2008

Agar Dikenal, Jual Donat Kampung Tak Perlu Marketing

Di Jombang, Indonesia, Saya melayani sepotong donat Rp 500 untuk memenuhi keinginan para pelanggan. Tidak Lebih, karena saya hanya bisa berfikir sederhana. Agar dikenal, melayani sepotong donat kampung Rp 500, tak perlu marketing. Saya-pun tak berjualan donat di pasar, mall, ataupun di pusat keramaian lainnya, seperti halnya yang dilakukan oleh kebanyakan orang dan toko donat dan roti (donuts & bakery shop).

Hanya saja, saya selalu berpartisipasi mendukung pemerintah kabupaten Jombang
dalam setiap kegiatan expo atau pameran. Hal ini sebagai wujud keseriusan DKU untuk ikut serta membangun Jombang di bidang makanan oleh-oleh khas Jombang. Meski mikro, foto disamping (atas) merupakan bentuk partisipasi DKU dalam Gelar Potensi Jombang (GPJ) 2008, yang digelar tanggal 22-26 Oktober 2008 di alon-alon kota Jombang. Antusias pengunjung di stan DKU menggambarkan bahwa donat kampung buatan DKU sangat digemari semua lapisan masyarakat Jombang. Saya bukan menjual donut, tetapi saya lebih ingin memahami keinginan orang-orang yang datang pada saya.


Saya tak memenuhi "kesempurnaan" konsep marketing mix 4P (product, price, place, promotion), karena merk donat kampoeng utami (DKU) saya bangun layaknya di sebuah kedai kecil di perkampungan. DKU bukan berada di pusat keramaian. Saya juga sempat baca buku marketing mix, malah menjadikan saya bingung. Karena donat kampong buatan saya justru diburu pelanggan, meskipun tak memenuhi konsep “place” anjuran marketing mix. Saya-pun juga tak mengerti, mengapa donat kampung dan kedai itu memberikan daya tarik dan aura luar biasa kepada banyak orang.


Saya-pun tak mampu menerjemahkan konsep STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) yang selalu di bahas oleh pakar marketing dan akademisi di meja seminar, media cetak, tv, dan lembaga pendidikan dengan investasi seminar jutaan rupiah. Donat kampung buatan saya seperti tak memerlukan STP, karena siapapun dan dari segmentasi manapun merasa puas mendapatkan donat kampong buatan saya. Kedai DKU juga bukan toko bakery, karena tak memenuhi standar minimal sebagai bakery shop. DKU merupakan rumah donat sederhana di kampong, di pinggiran kota di Jombang.


Saya-pun tak memenuhi standar pelayanan pesan antar. Sehingga semua pesanan donut kampong harus di ambil sendiri oleh pelanggan di kedai DKU. Karena menurut keyakinan saya, layanan 'pesan antar' adalah pemborosan energi yang sama sekali tidak signifikan terhadap peningkatan penjualan. Tapi, saya melayani dengan hati kepada orang-orang yang datang pada saya untuk mendapatkan donat murah kualitas mall, yang mungkin tak boleh didapatkan di tempat lain di seluruh dunia sekalipun. Komunitas pelanggan loyal DKU, lebih banyak memahami bahwa donat kampung DKU sudah menjadi bagian dari kebutuhan dalam kehidupan mereka.


Kalaupun pada masanya, DKU berada di lokasi pusat keramaian, bukan berarti saya ingin memenuhi konsep marketing mix. Tapi, pelanggan-lah yang selama ini menginginkan DKU berlokasi di pusat keramaian. Insya Allah, saya yakin Donat Kampoeng Utami, pada masanya akan melakukannya. (Ditulis di Butterworth).

Friday, October 24, 2008

Donat Kampoeng Utami Peroleh Sertifikasi HALAL-MUI

Alhamdulillah, hanya dengan kata itu saya ber-syukur dan ber-munajad. Hari ini, Jumat 24 Oktober 2008, saya mendapat kabar dari Indonesia, bahwa Donat Kampung Utami telah lulus uji kehalalan dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Jawa Timur. Semua diluar kemampuan saya, karena upaya dan prosedur ini berjalan atas dukungan kawan-kawan Pengurus Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Meskipun saya informasikan terlambat, namun Donat Kampoeng Utami telah mendapat sertifikasi HALAL-MUI bulan September 2008 yang lalu.

Bukan suatu kebetulan, namun saya meyakini bahwa bulan Ramadhan 1429H, September 2008, adalah momentum luar biasa atas perjalanan ini. Filosofi hijrah, adalah konsepsi yang sangat penting dalam hidup kami sebagai ciptaan, yaitu perpindahan kepada suatu atmosfer cahaya yang terang benderang, halalan thoyyiban (halal dan baik). Sesuatu yang baik dan buruk, pada masa kini, pada masa akhir dari dunia, dunia yang usianya semakin menua, dunia yang kapitalis materialistik, maka baik dan buruk akan lebih terasa dalam hati, nampak dalam pandangan mata, yang konsekuensinya berdampak langsung dalam kehidupan setiap manusia.

Memegang amanah halal, adalah sebuah tanggung jawab hati nurani (batiniah). Detik ini, formalitas label halal adalah ujian harfiah bagi saya untuk jujur kepada Tuhan (vertikal), Yang Maha Pencipta. Yang sebenarnya tanpa formalitas halal (horizontal), saya telah bertahun-tahun melakukan dengan dasar keimanan saya. Sebagaimana ada 5 pilar yang saya yakini sebagai kunci keberlanjutan agar kami tetap bisa survive. Jujur, Ikhlas, Profesional, Bersahabat, dan Rendah Hati. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kekuatan atas pilihan ini.

Sekali lagi terima kasih Permamin, pemerintah kabupaten Jombang, seluruh masyarakat pelanggan Donat Kampoeng Utami, dan LPPOM-MUI Jawa Timur, serta kawan-kawan di milis Yahoo Groups, yang telah mendukung DKU sebagai produk HALAL dan BAIK. (Ditulis di Butterworth).

Friday, October 17, 2008

Setelah Trans TV dan Surya Daily News, Kue GUPAL Kampoeng DKU Juga Dikenal di Luar Negeri

Di tengah kesibukan saya, malam ini, saya sempatkan posting. Kabar dari Indonesia, yang saya peroleh dari my family, pada moment menjelang dan selepas Idul Fitri, Kue GUPAL Kampoeng DKU semakin populer di seluruh Nusantara. Melalui Wisata Kuliner Trans TV, disusul berita Kue Gupal DKU di Koran Harian Surya Daily News tanggal 4 Oktober 2008, kue GUPAL DKU buatan Donat Kampoeng Utami semakin diburu pelanggan, dari seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Sepanjang moment Idul Fitri 2008, sebanyak 1000 pack Kue Gupal DKU kemasan toples 300 gram laris terjual. Hampir tiap hari nyaris kehabisan stok Kue Gupal DKU di kedai kami. Tak hanya konsumen lokal Indonesia, setelah Kue GUPAL DKU bersama Pak Bondan Winarno Mak-NYUSS di Trans-TV, kini Kue GULO PALEM Kampoeng DKU atau Kue GUPAL Kampoeng DKU juga diminati pelanggan luar negeri. Selain pembeli dari berbagai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali, Kue GUPAL Kampoeng juga diminati konsumen dari Singapore, dan Brunei.

Saya hanya bisa memantau perkembangan DKU di Jombang via phone atau email. Saya akan sering ke negeri ini untuk urusan bisnis dalam setiap tiga bulan sekali, Insya Allah. Atau mungkin, keluarga kami akan stay dalam masa yang lama di sini. Namun, saya mulai merasakan culture-shock. Saya pun juga mulai rindu pada bisnis saya di Indonesia. Saya juga rindu masakan Jombang, nasi pecel dan nasi goreng Jawa. Tentu saja, saya juga rindu pada kedua anak saya, Dynta dan Qutub. Yang selalu menyemangati saya dalam hari-hari kerja saya di Indonesia.

Kabar dari Indonesia pula, pada moment Idul Fitri, DKU mendapat tamu istimewa dari Wartawan Senior Detik.com, Sapto Anggoro. Beliau, Pak Sapto Anggoro adalah pernah menjadi wartawan olahraga Surabaya Post 1987, Berita Buana Jakarta 1990, Republika (1993-99), lalu detikcom dari 1998 hingga kini. Dikabarkan bahwa ada investor Jakarta kini tengah menjajaki bisnis kuliner terutama bisnis donat kelas premium, dan bisa jadi apabila sefaham, dimungkinkan ingin mengajak kami untuk mengembangkan bisnis donat premium di Indonesia.

Saya sebenarnya juga telah sering kontak via email dengan perusahaan raksasa dari Negeri Brunei Darussalam yang bermarkas di Kuala Belait, yaitu Serikandi Group, untuk berbisnis dan mengembangkan perniagaan kue-kue Melayu di Brunei Darussalam. Serikandi Group adalah sebuah holding raksasa yang bergerak di Oil Field Services, Cafe and Restaurant, Marine and Enginering, Management Services, IT Solution, Food and Packaging, and Trading.

Kemudian yang terakhir, pekan ini, saya telah dikontak oleh investor dari Arab Saudi yang juga tertarik pada bisnis donut. Rencananya, kami akan mendiskusikan konsep dan aplikasinya pada akhir Oktober 2008 atau awal bulan Nopember 2008. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan kepada saya, dan memudahkan segala urusan ini menjadi yang terbaik dan barokah. (Ditulis Midnight, di Butterworth).

Wednesday, September 17, 2008

Kue GUPAL Kampoeng di Wisata Kuliner TransTV

Hari ini, Rabu 17 September 2008, saya mendapat khabar dari Indonesia tentang acara Wisata Kuliner bersama Pak Bondan TransTV. Beliau, Bondan Winarno, adalah seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan. Beliau memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia.

Hari ini, tepatnya jam 14:30 WIB, acara wisata kuliner ditayangkan. Pemilihan daerah wisata kali ini adalah Mojokerto dan Jombang. Untuk Jombang salah satunya dipilih ”Kue Gulo Palem Kampoeng” buatan Donat Kampoeng Utami (DKU). GUPAL, kue kampung yang kini menjadi salah satu pilihan obyek wisata Pak Bondan, mak-nyus.


Meskipun saya tak mengikuti prosesi shooting di kedai DKU di Jombang dilaksanakan. Tapi, saya sangat bisa merasakan, bagaimana rasa gembira saya mendengar kabar itu dari suami saya. Sekaligus terharu meng-kilas balik perjalanan saya. Saya telah melakukannya bertahun-tahun, menjajahkan donat kampung mulai di kampung-kampung, sepanjang trotoar, pasar tardisional, sekolah-sekolah, pedagang sayur keliling, pameran usaha kecil/mikro, expo, kedai, sampai diundang sebagai pembicara seminar entrepreneur di berbagai university. Perjalanan panjang, mungkin melelahkan, tapi justru mengasyikkan bagi saya.


GUPAL Kampoeng, terinspirasi dari kukis (cookies) atau kue raya/ kuih aidil fitri/ kue lebaran. Di Indonesia, umumnya kue ini hanya dikonsumsi pada moment hari raya idul fitri. Dengan pemikiran dan prediksi market secara mendalam, formula kue raya itu saya modifikasi menjadi kue berbahan dasar rempah-rempah berkualitas pilihan. GUPAL Kampoeng, tak hanya boleh dinikmati pada moment hari raya, tapi nikmat pula dikonsumsi di segala suasana sepanjang masa. Selain nikmat, kandungan rempah-rempah di dalam GUPAL Kampoeng juga dapat menghangatkan badan.


Kue GUPAL Kampoeng boleh didapatkan di kedai DKU, ataupun di Show Room PERMAMIN – Pusat Oleh-oleh Khas Jombang, yang berlokasi di Jalan Merdeka, depan GOR Jombang. Harga eceran tertinggi Rp 15.000/toples 300 gram.


Terima kasih TransTV, Pak Bondan, Ibu Elke, dan Produser TransTV. Mudah-mudahan kue GUPAL Kampoeng menjadi inspirasi bagi pemirsa, dan dapat lebih berkenan bagi para pelanggan di seluruh tanah air. [Butterworth]

Tuesday, September 02, 2008

Harga Kue Lebaran / Kue Raya 2008

Penyesuaian Harga Kue Kering DKU berlaku mulai 1 September 2008 untuk Kemasan Toples +/300 gram:

Kue Kering Biasa (Mawar)
Rp 14.000,- (Simas)

Kue Kering Special
Rp 20.000 (Blue Band)

Kastengel = Rp 30.000

Nastar = Rp 23.000

Contoh Nastar kemasan +/300 gram seperti dalam gambar.
----------------
Harga tersebut diatas tidak termasuk ongkos kirim.



Kue Gulo Palem (GUPAL) Kampoeng = Rp 15.000
Gulo Palem Kampoeng atau GUPAL DKU terbuat dari bahan-bahan alami berkualitas pilihan. Bahan utama Gupal DKU yaitu gula palem (arecaceae), dan bubuk rempah yang terdiri dari Lada (pepper), Kayu manis (cinnamon), dan Pala(myristica fragrans).

Gulo Palem Kampoeng rasanya Legit, Renyah, Gurih. Murah, Sehat, dan Berkelas. Oleh-oleh Khas dari Kota Jombang, Jawa Timur, Indonesia.
Gupal DKU
, dapat MENGHANGATKAN BADAN
.

Tak hanya boleh dinikmati di moment Hari Raya, GUPAL Kampoeng boleh dimakan di segala suasana bersama anggota keluarga.

Wednesday, August 20, 2008

Terinspirasi Bogasari, Kini Dunia di Ujung Jari

Panggil saja saya, Rosidah. Orang kampung, yang berdagang donat kampung asal Jombang, Jawa Timur. Postur tidak terlalu tinggi, dan cenderung ramping. Tetapi Anugrah dari Tuhan Yang Maha Penguasa Alam Semesta ini, justru memberikan semangat dasyat untuk menaklukkan gandum Bogasari dan meramunya menjadi donat bercita rasa sempurna berkelas internasional. Hanya dengan alat hand mixer, masa demi masa, tahun demi tahun. Melalui jari-jari tanganku, lebih dari 7 tahun sudah kugenggam dasyat berbagai sifat tepung gandum buatan Indofood Bogasari Flour.

Bertahun-tahun pula, kuracik berbagai modifikasi dan formula berbahan dasar gandum dari dalam dapur 1x2 meter saja. Kini ujung jari-jari tangan itu telah membawaku bertumpuh di negeri muslim. Di sebuah pulau Mutiara, di tanah Melayu. Saya pun bisa bersujud dan munajad kepada-Nya melalui sajadah negeri ini. Ku angkat jari-jari tanganku dan memohon petunjuk-Nya.

Racikan itu selalu autorecall, seperti auto video-player dalam alam pikiran saya. Racikan yang hanya saya tulis dan saya save di dalam brain-disk. So secret, dan tentu tidak boleh ter-copy kecuali ada media yang sama. It is very in strict confidence password for everyone. Komposisi racikan adonan donat yang tepat adalah bukan kebetulan. Energi besar telah saya curahkan masa demi masa, tahun demi tahun. Kebesaran Allah, Tuhan Maha Pencipta, yang telah memberikan cahaya mata batin saya untuk melihat formula itu.

Tak ada gandum, maka tak ada donut. Gandum olahan Indofood Bogasari, adalah kali pertama menginspirasi saya. Jari-jari tangan saya rasanya tak ingin berhenti berkarya. Saya tuangkan ide-ide kreatif melalui berbagai dough. Dan saya pun akhirnya memilih doughnut, karena cake ini lebih universal ketimbang cake lainnya. Akhirnya terciptalah berbagai klasifikasi donat, standart-taste, medium-taste, premium-taste. Kini, berbagai negara yaitu Singapore, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, Belanda telah contact saya, menanyakan dan memburu formula donut premium buatan saya. Mengajak dan menawari saya untuk terlibat pada berbagai mega-proyek.

Sungguh, kunjungan dari Team Bogasari Jakarta ke DKU, Rabu 18 Juni 2008, yaitu Bapak MR Pamungkas, Team SME Communication (Wacana Mitra) Bogasari Flour Mills, didampingi Team Commercial Division Bogasari Surabaya, Bapak Suroto (SME Section Head), Bapak Raharjo (Area Sales Promotion Supervisor), dan Bapak Budi (Sales Promotion), telah memberikan energi besar dalam hidup saya. Saya tak menyangka karena profil saya termuat di Majalah Wacana Mitra Edisi Juni 2008, "Nama boleh kampung, tapi kualitas ekspor". Terlebih lagi, saya baru mengetahui dari sahabat saya di Indonesia hari ini. Terima kasih Bogasari. (Ditulis di Butterworth, 20 Agustus 2008).

Friday, July 04, 2008

Menjadi Narasumber, Talkshow Wirausaha Muda Mandiri Radio SJFM Jombang

Kamis, 3 Juli 2008 saya diundang Radio Suara Jombang FM (104.1 MHz). Undangan kali ini sebagai narasumber / pembicara talk show dengan tema Wirausaha Muda Mandiri. Talk show dipandu oleh Mbak Ninda dan Mbak Rita dari SJFM. Bersama saya juga ada Ketua Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang. Ini bukan kali pertama saya menyemangati kawan-kawan saya di daerah. Tak hanya di berbagai talk show. Di forum diskusi dan seminar, saya sudah sering sampaikan pula. Bahwa negeri ini masih kekurangan jatah jumlah entrepreneur. Negeri ini membutuhkan para wirausaha muda tangguh. Karena wirausaha muda inilah yang sebenarnya mampu menopang perekonomian lokal. Walaupun hanya skala mikro, seperti Donat Kampoeng Utami.


Acara dimulai jam 09.00 wib, berdurasi satu jam. Dikemas juga dalam session interaktif dengan pendengar. Paparan perjalanan Donat Kampoeng Utami mulai dijajakan di trotoar sampai go international, menjadi topik yang menarik dalam dialog interaktif. Tak kalah menariknya, bahwa sampai kini, Saya telah tawarkan resep saya kepada lebih dari 10.000 investor Indonesia, hasilnya 100% menolak. Namun, kemudian ketika saya tawarkan kepada 200 investor dari luar Indonesia, dan yang ke-200 itulah menerima. Subhanallah, donat kampung yang akhirnya bisa membawa saya diterbangkan ke luar negeri. Selain itu, saya juga akan diundang ke Brunei Darussalam pada akhir tahun 2008 untuk berbisnis berbagai kue-kue tradisional khas Melayu.


Dalam acara tersebut, saya berikan pula simpulan, bagaimana DKU dijalankan. Sederhana, mengikuti arah air mengalir. Karena saya ini sebenarnya bukan seorang genius. Saya pun tidak memiliki konsepsi brilian seperti para pakar, birokrat, dan akademisi yang berkiblat pada referensi buku dan penelitian. Saya cuma pelaku. Berbuat untuk Sesuatu. Just Do It. Saya hanya punya semangat. Dan saya hanya punya kemampuan membakar semangat. Saya pun tak punya cukup capital untuk membesarkan DKU dengan kaki dan tangan saya.


Saya hanya mempropagandakan secara online. Sebuah konsep marketing spiritual yang tidak akan ditemukan dalam berbagai teori ekonomi dunia. Karenanya, Saya sangat berseberangan dengan rakusnya faham kapitalis. Marketing spiritual bertumpuh pada akses vertikal (hubungan pelaku dengan Sang Pencipta), yang diaplikasikan secara horizontal (aplikasi fungsi marketing sosial). Marketing spritual juga sangat berseberangan dengan manusia yang telah mati rasa tanggung jawab sosialnya. Oleh karenanya, saya hanya yakin marketing spiritual saja. Tidak Lebih. Berangkat dari 5 pilar DKU, tahun 2001 Bismillah saya melangkah dengan modal awal Rp 100.000,- saja. Jujur, ikhlas, profesional, silaturrahmi, dan murah hati.


Di akhir acara, DKU memberikan bingkisan kepada beberapa pendengar penelpon interaktif. Produk baru DKU, inovasi tahun 2008, Gula Palem Kampoeng atau GUPAL DKU. Gupal DKU terbuat dari bahan-bahan alami Indonesia berkualitas pilihan. Bahan utama Gupal DKU yaitu gula palem (arecaceae), dan bubuk rempah yang terdiri dari Lada (pepper), Kayu manis (cinnamon), dan Pala(myristica fragrans). Gulo Palem Kampoeng rasanya Legit, Renyah, Gurih. Murah, Sehat, dan Berkelas. Oleh-oleh Khas dari Kota Jombang, Jawa Timur. Gupal DKU, dapat MENGHANGATKAN BADAN. Cocok dimakan di segala suasana bersama keluarga. Harga Satuan Tertinggi cuma Rp 14.500 / toples 300 gr. Gupal DKU juga bisa diperoleh di Show Room Permamin, Pusat Oleh-oleh Khas Jombang, di depan GOR Jombang, di Jalan Merdeka Jombang.

Wednesday, July 02, 2008

Penggiat dan Penulis Buku CSR, Kunjungi Donat Kampung

Minggu, 29 Juni 2008, ke sekian kali saya dikunjungi orang-orang istimewa. Siapa tak kenal Yusuf Wibisono, Pengarang buku “Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility)”. Buku tersebut sudah diterbitkan sekitar pertengahan 2007. Selain penulis, Bapak Yusuf Wibisono, sehari-hari juga dikenal sebagai Kepala Departemen Infokom Biro Hubungan Masyarakat (Public Relation Section Head) PT Petrokimia Gresik, yang juga penggiat dan praktisi CSR. Buku CSR yang ditulisnya, berangkat dari rasa kegelisahan saat dirinya menemukan fakta. Banyak perusahaan yang sering diprotes dan di unjukrasa warga sekitar, bahkan hingga taraf perusakan aset perusahaan. Rasa gelisah itu hampir berkecamuk selama tiga tahun, sebelum buku itu berhasil diterbitkannya Juli 2007.


Hobby blusukan ke daerah, membuat beliau terprovokasi mengunjungi kedainya orang desa. Kedai saya yang cuma berdimensi 3x3 meter, Donat Kampoeng Utami di Jombang. Bagaimanapun setiap silaturrahmi akan membawa aura berkah dan rejeki. Silaturrahmi, adalah bagian dari 5 pilar konsep dan aplikasi DKU kepada semua tamunya. Kami sharing pengalaman, dari seminar ke seminar, serta beberapa topik kehidupan sosial kemasyarakatan. Termasuk semangat entrepreneur dengan berbagai literaturnya. Beliau banyak memberikan spirit dan wawasan kepada saya, sehingga semakin menambah semangat saya untuk membangun market donat kampung.


Memang, CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, saat ini telah menjadi konsep yang sering didengar. Definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. Mudah-mudahan, CSR yang telah digiatkan beberapa perusahaan di Indonesia tidak disalahgunakan untuk melakukan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan belaka. Tetapi bisa menjadi suatu wahana yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H.
Selama Lebaran, Kami Tetap Melayani. Call : 0858.5035.8188

Produsen & Grosir Kukis Kue Kering Lebaran, 1 Kukis 3 Harga, Rasa Mewah, Standar,Medium,Premium

READY STOCK

PRODUSEN & GROSIR KUE KERING LEBARAN 2009

TERBESAR & TERMURAH DI INDONESIA

HARGA MURAH RASA MEWAH

1 KUKIS BISA 3 HARGA

Mulai Rp 13.000 / Toples Ukuran 400 Gram


WWW.DKUKUKIS.BLOGSPOT.COM

PEMESANAN KUKIS DILAYANI SEBELUM

9 SEPTEMBER 2009